JoomlaLock.com All4Share.net

Rabu, 13 November 2019



  (Banyuwangi 04/11/2011),Dalam rangka memotivasi  Pegawai ...
Pengadilan Agama Banyuwangi menggelar upacara bendera untuk ...
Direktur Jendral Badan Peradilan Agama Dr. Drs. H. Aco Nur, SH.,
#THE_SIX_IN_ONE_PROGRAMME Ini adalah nama baru yang kami ...
Pada hari Jumat, 11 Oktober 2019 , pukul 13:00 WIB, bertempat di
         Banyuwangi (19/8/2019), Dalam rangka peringatan Hari ...
         Banyuwangi (17/8/2019), dalam rangka peringatan HUT ...
  E-court merupakan aplikasi administrasi perkara berbasis ...
Pada hari Jum’at (05/07/2019), Ketua Pegadilan Agama Banyuwangi
Puji Syukur kehadirat Allah SWT, tepat pukul 10:00 WIB Senin 17

Akta cerai merupakan akta otentik yang dikeluarkan oleh pengadilan agama sebagai bukti telah terjadi perceraian. Akta cerai bisa diterbitkan jika gugatan dikabulkan oleh majelis hakim dan perkara tersebut telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht). Perkara dikatakan telah berkekuatan hukum tetap jika dalam waktu 14 hari sejak putusan dibacakan (dalam hal para pihak hadir), salah satu atau para pihak tidak mengajukan upaya hukum banding. Dalam hal pihak tidak hadir, maka perkara baru inkracht terhitung 14 hari sejak pemberitahuan isi putusan disampaikan kepada pihak yang tidak hadir dan yang bersangkutan tidak melakukan upaya hukum banding (putusan kontradiktoir) atau verzet (putusan verstek).

1. Pemohon/Termohon datang sendiri atau diwakili oleh kuasanya dengan menunjukan surat kuasa yang ditandatangi oleh Pemohon/Termohon.

2. Pemohon menunjukan dan menyerahkan Akta cerai yang asli beserta foto kopi yang akan dilegalisasi secukupnya kepada petugas meja III, dan jika ternyata Akta cerai tersebut hilang maka Pemohon/Termohon harus melampirkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian.

3. Petugas meneliti dan mengecek keabsahan blangko Akta cerai, nomor seri, kode, tahun pembuatan dan substansi dari akta cerai tersebut, dan jika setelah diperiksa ternyata benar dan sesuai dengan aslinya maka petugas meneruskan kepada Panitera untuk melegalisasi.

4. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI nomor 53 tahun 2008 tanggal 23 Juli 2003,, Setiap legalisasi akta cerai tersebut dikenakan biaya sebesar Rp. 10.000 (sepuluh ribu rupiah) per satu legalisir untuk disetor ke kas negara

Syarat  mengambil Akta Cerai:

1.

Menyerahkan nomor perkara yang dimaksud.

2.

Memperlihatkan KTP Asli dan menyerahkan fotokopinya.

3.

Membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) :

1. Akta Cerai Rp. 15.000 (Sepuluh ribu rupiah)

2. Legislasi Salinan Putusan Rp. 3.000 (Tiga ribu rupiah)

3. Legislasi Salinan Penetapan Rp. 3.000 (Tiga ribu rupiah)

4. Biaya salinan @lembar Rp. 300 (Tiga ratus rupiah perlembar)

4.

Jika menguasakan kepada orang lain untuk mengambil akta cerai, maka  di samping fotokopi KTP pemberi dan penerima kuasa, juga menyerahkan Asli Surat Kuasa bermeterai 6000 yang diketahui oleh Kepala Desa/Lurah setempat.

 

Read 2058 times
Share this article

About author

Nazrul Rachmadi, S.Kom

Email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

    ...
Untuk Mengakses Direktori Putusan Klik Disini ...
   Untuk Mengunduh Sitara  Klik Disini  
   Untuk Mengakses Komdanas  Klik Disini  
Untuk Mengakses JDIH MA RI Klik Disini  
Untuk mengakses Siwas MA RI Klik Disini Untuk
Untuk Mengakses E-Court Klik Disini  

Hubungi Kami

Kantor Pengadilan Agama Banyuwangi

Jl. A. Yani No. 106 Banyuwangi

Telp: (0333)-424 325

Fax: (0333)-412 420

Email : pabanyuwangi@gmail.com
Lokasi Kantor

Total Pengunjung

079137
Hari IniHari Ini114
KemarinKemarin191
Minggu IniMinggu Ini512
Bulan IniBulan Ini2561
SemuaSemua79137
18.208.186.19
US
Guest 8

Mengikuti

Masukkan alamat email anda untuk mengikuti berita kami !
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…