Digitalisasi E-SIMPATIK: Inovasi CPNS PA Banyuwangi

CPNS PA Banyuwangi menikuti Seminar Aktualisasi di Kampus BSDK, Megamendung yang berfokus pada pembaruan sistem administrasi persidangan. Kegiatan ini mengusung judul mengenai optimalisasi pengelolaan administrasi kesaksian melalui inovasi digital bernama E-SIMPATIK. Dewi Maesyaroh, S.H., selaku Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di PA Banyuwangi, tampil sebagai peserta yang memaparkan gagasan tersebut. Inovasi ini dirancang untuk mengintegrasikan seluruh data saksi agar lebih terorganisir dan mudah diakses oleh petugas. Seminar yang berlangsung pada tanggal 16 April 2026 ini menjadi bukti nyata komitmen lembaga dalam mendukung transformasi digital.

Dalam pelaksanaannya, seminar ini menghadirkan Dr. Drs. Abdul Hadi, M.H.I., sebagai penguji utama bagi peserta. Beliau merupakan Hakim Yustisial dari Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI. Penguji memberikan berbagai masukan konstruktif untuk menyempurnakan fitur-fitur yang ada di dalam aplikasi E-SIMPATIK tersebut. Pertanyaan yang diajukan dalam sesi pengujian bertujuan untuk memastikan bahwa sistem ini siap diimplementasikan secara berkelanjutan. Diskusi antara penguji dan peserta berjalan sangat dinamis guna menggali potensi efisiensi dari penggunaan aplikasi baru ini.

Pendampingan selama proses penyusunan aktualisasi ini dilakukan secara intensif oleh Sulaiman, S.H., selaku pembimbing. Beliau yang juga menjabat sebagai Panitera Muda Hukum PA Banyuwangi memberikan arahan strategis terkait kebutuhan teknis di lapangan. Dukungan dari pembimbing sangat krusial dalam memastikan bahwa aplikasi E-SIMPATIK selaras dengan standar operasional prosedur persidangan. Melalui bimbingan yang tepat, Dewi Maesyaroh mampu menjawab setiap tantangan administratif yang sering dihadapi oleh staf di pengadilan. Sinergi antara peserta dan pembimbing mencerminkan kolaborasi yang kuat dalam menciptakan solusi inovatif bagi pelayanan publik.

Kehadiran E-SIMPATIK diharapkan dapat meminimalisir kesalahan manusia dalam pencatatan identitas serta keterangan para saksi di persidangan. Sistem informasi yang terintegrasi ini menjadi langkah maju bagi PA Banyuwangi dalam mewujudkan peradilan yang modern dan transparan. Seluruh jajaran pimpinan memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi CPNS dalam mengembangkan perangkat lunak pendukung kinerja pengadilan. Seminar ditutup dengan catatan positif mengenai kelayakan aplikasi ini untuk segera digunakan dalam tugas sehari-hari. Dengan berakhirnya kegiatan ini, PA Banyuwangi kembali menunjukkan perannya sebagai pionir dalam pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan peradilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button