Upacara Hari Lahir Pancasila PA Banyuwangi

Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi menggelar upacara bendera secara khidmat untuk memperingati Hari Lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni. Kegiatan yang berlangsung di halaman utama kantor tersebut diikuti oleh seluruh hakim, pejabat struktural, fungsional, serta staf pegawai. Bertindak selaku pembina upacara, Wakil Ketua PA Banyuwangi memimpin langsung jalannya prosesi yang dimulai sejak pagi hari. Seluruh peserta tampak mengenakan pakaian seragam resmi dengan atribut lengkap sebagai wujud kedisiplinan dan rasa hormat. Upacara ini dilaksanakan berdasarkan instruksi langsung dari Mahkamah Agung Republik Indonesia untuk seluruh badan peradilan di bawahnya.

Suasana upacara berlangsung dengan penuh rasa nasionalisme saat bendera Merah Putih mulai dikibarkan. Seluruh peserta upacara memberikan penghormatan tertinggi diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang berkumandang lantang. Setelah pengibaran bendera, pembina upacara membacakan teks Pancasila yang kemudian diikuti secara serentak oleh seluruh peserta. Pembacaan naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 juga turut menambah kekhidmatan momen sakral tersebut. Keheningan sempat tercipta saat seluruh hadirin menundukkan kepala untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa.

Dalam amanatnya, Wakil Ketua PA Banyuwangi membacakan sambutan seragam yang menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Beliau menyampaikan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila harus senantiasa hidup dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Selain itu, seluruh aparatur peradilan diajak untuk terus bergotong-royong dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks. Pancasila bukan sekadar hafalan semata, melainkan fondasi utama dalam berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat komitmen kebangsaan di lingkungan kerja institusi peradilan tersebut.

Sebagai pelayan masyarakat, aparatur PA Banyuwangi juga diingatkan untuk mengimplementasikan nilai Pancasila dalam memberikan pelayanan hukum. Keadilan, kemanusiaan, dan musyawarah harus menjadi prinsip utama yang dijunjung tinggi oleh setiap petugas. Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan akan semakin meningkat. Acara ditutup dengan pembacaan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, dan kemajuan seluruh bangsa Indonesia. Setelah upacara selesai, seluruh pegawai menyempatkan diri untuk melakukan sesi foto bersama sebagai dokumentasi kegiatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button