PTA Surabaya Luncurkan “Satria Majapahit Juara” Menuju WBBM

Tim IT PA Banyuwangi yang diwakili Nazrul Rachmadi, S.Kom., menghadiri rapat koordinasi inovasi teknologi di PTA Surabaya pada Selasa, 07 April 2026. Panitera PTA Surabaya mengapresiasi manajemen yang kian membaik dan meminta tim menyusun program jangka pendek hingga panjang secara komprehensif. Program ini harus mencakup aspek anggaran, pengembangan perangkat lunak, penyediaan perangkat keras, hingga strategi mitigasi risiko yang matang. Salah satu poin utama adalah instruksi KPTA untuk menciptakan satu “rumah aplikasi” terintegrasi yang mencakup bidang kepaniteraan, kesekretariatan, serta pembinaan dan pengawasan. Inovasi ini akan menjadi andalan dalam usulan pembangunan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan peradilan agama.

Sekretaris PTA Surabaya menegaskan bahwa pengembangan aplikasi ini bukan sekadar seremoni peluncuran di tahap awal saja. Aplikasi yang diberi nama “Satria Majapahit Juara” ini merupakan bentuk tindak lanjut dan penyempurnaan dari berbagai temuan pada inovasi-inovasi lama. Kedepannya, sistem ini tidak hanya mengintegrasikan data perkara di seluruh satuan kerja se-Jawa Timur, tetapi juga merambah ke integrasi bidang kesekretariatan. Fokus utama pengembangan lanjutan adalah memastikan efisiensi birokrasi dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh aparatur di wilayah tersebut. Transformasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pelayanan publik yang lebih transparan dan akuntabel di masa depan.

Ketua Tim IT menekankan bahwa langkah terdekat adalah menyelesaikan seluruh revisi teknis yang ada sebelum menyusun buku panduan manual. Setelah aspek teknis rampung, akan segera dilaksanakan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan, baik lintas instansi maupun satuan kerja di bawah naungan PTA Surabaya. Tim akan menyusun daftar periksa (checklist) untuk mencatat setiap temuan atau kendala yang muncul selama masa uji coba dan sosialisasi tersebut. Apabila ditemukan kendala yang signifikan, tim pengembang akan dikumpulkan kembali secara intensif untuk percepatan perbaikan sistem secara bersama-sama. Pola kerja tatap muka dinilai lebih efektif dibandingkan pengerjaan jarak jauh mengingat kesibukan yang tinggi di masing-masing satuan kerja asal.

Narasi dan analisa mendalam sedang disiapkan agar aplikasi Satria Majapahit Juara dapat menjadi rujukan bagi PTA di seluruh Indonesia. Keberhasilan inovasi ini harus didukung dengan bukti konkret berupa testimoni dan respon positif dari masyarakat sebagai pengguna layanan. Pihak pimpinan meminta dilakukan pemantauan dan evaluasi rutin untuk menggambarkan nilai manfaat yang urgen bagi para pencari keadilan. Argumentasi yang kuat mengenai dampak positif aplikasi ini menjadi syarat mutlak dalam penilaian kelulusan predikat WBBM tingkat nasional. Dengan integrasi yang solid, PTA Surabaya optimis dapat memimpin transformasi digital peradilan yang memberikan kemudahan nyata bagi masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button